Connect with us

Hi, what are you looking for?

Info SosialInfo Sosial

Berita Utama

Embat Motor Rp15 Juta Lego Rp2 Juta Buruh di Panjang Bandar Lampung Masuk Hotel Prodeo

Embat Motor Rp15 Juta Lego Rp2 Juta Buruh di Panjang Bandar Lampung Masuk Hotel Prodeo

Infososial.com. — Niat hati ingin cuci mata melihat pemandangan sore di pelabuhan, eh pria berinisial F (39) ini malah mendadak beralih profesi jadi “penguji ketelatan” pemilik motor. Akibat matanya yang terlalu jeli melihat peluang emas yang bersinar terang, F kini resmi harus menginap gratis di hotel prodeo milik kepolisian.

Tragedi kocak bercampur apes ini bermula di area parkir Dermaga A Pelabuhan Panjang, Bandar Lampung. Saat itu, ada seorang korban yang tampaknya sedang menguji fungsi ingatan jangka pendeknya.

Dia meninggalkan sepeda motor kesayangannya dengan kondisi kunci kontak masih menempel manis di kendaraan.

Bagi si pemilik, ini mungkin murni karena penyakit lupa. Tapi bagi F, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di pelabuhan, pemandangan itu ibarat melihat doorprize jalan sehat yang tidak ada panitianya.

Tanpa butuh keahlian membobol ala maling profesional di film aksi, F langsung tancap gas memanfaatkan kelengahan korban.

Kapolsek Panjang AKP Ipran pun sampai geleng-geleng kepala saat menceritakan kronologinya. “Pelaku melihat kunci masih tertinggal di sepeda motor.

Kesempatan emas yang datang tanpa diundang itu kemudian langsung dimanfaatkan untuk membawa kabur kendaraan,” ujar Ipran saat memberikan keterangan resmi, Rabu (7/10/2026).

Menariknya, aksi “rezeki nomplok” ini ternyata punya sistem combo. Saat F iseng memeriksa bagasi di dalam jok, dia menemukan sebuah ponsel Vivo Y17s yang ikut pasrah pasrah dibawa kabur.

Namun, yang paling bikin publik elus dada adalah kalkulasi bisnis sang pelaku. Total nilai aset motor dan ponsel yang diembat korban sebenarnya ditaksir mencapai Rp15 juta.

Angka yang lumayan untuk modal usaha. Tapi dasar F ingin cepat kaya (atau cepat tertangkap), motor curian bernilai belasan juta itu malah dilego ke seorang pria berinisial B dengan harga diskon ugal-ugalan hanya Rp2 juta! Sebuah strategi Diskon yang bikin menangis para pengamat ekonomi.

Polisi menyebutkan uang hasil jualan murah meriah itu langsung ludes dipakai F untuk menutup kebutuhan sehari-hari. Sayangnya, gaya hidup “mampu sesaat” F tidak bertahan lama. Belum sempat menikmati sisa uang hasil clearance sale tersebut, perjalanan F harus terhenti secara dramatis.

Unit URC Polsek Panjang bergerak lebih cepat dari skema cicilan motor. F berhasil diringkus pada Sabtu (3/10/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Polisi mengepungnya di dua titik sekaligus, yaitu kawasan Kampung Sawah, Kelurahan Way Lunik, dan Dermaga D Pelabuhan Panjang, agar F tidak bisa beralasan sedang mencari kunci motor yang lain.

Kini F sudah resmi dikurung di Polsek Panjang untuk merenungi nasib dan belajar matematika ekonomi dasar. Sementara itu, pihak kepolisian menegaskan bahwa kasus ini belum selesai. Satu nama lagi, yaitu B si pembeli motor murah legendaris, kini statusnya otomatis naik menjadi buronan paling dicari.

“Penadahnya masih kami buru. Kami juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap apakah ada korban lupa kunci lainnya di kawasan ini,” tegas AKP Ipran.

Pesan moral hari ini: Lupa adalah manusiawi, tapi membeli motor Rp15 juta seharga Rp2 juta adalah jalur cepat menuju kantor polisi. (ZUL)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Info Daerah

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Video

Terjadi Kebakaran Hebat di Pasar Krui Tanggamus Post Views: 2,414

Berita Utama

Ketua Umum Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia), Ahmad Ridha Sabana, mengaku sebagai adik dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra),...

Berita Utama

INFO SOSIAL, LAMPUNG TENGAH —Penyelenggaran penerimaan peserta didik baru atau PPDB yang dinilai rawan penyelewengan terus disorot. Selain soal kecurangan data kependudukan untuk diterima...