INFOSOSIAL.COM — Ajang lari bergengsi Krakatau Run 2026 yang berlangsung di Lapangan Saburai, Bandar Lampung, Sabtu pagi (29/8), sukses menyedot antusiasme ribuan peserta dan pengunjung.
Event sport tourism tahunan ini diselenggarakan secara meriah untuk memperkuat promosi pariwisata daerah sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Festival Krakatau XXXV. Namun, di balik kesuksesan dan kemegahan acara tersebut, persoalan sampah yang berserakan di sekitar panggung utama dan area festival kuliner sempat menjadi sorotan tajam.
Pantauan di lapangan sejak Sabtu siang menunjukkan sisa kemasan makanan, botol plastik minuman ringan, hingga wadah styrofoam menumpuk di beberapa titik strategis Lapangan Saburai.
Lonjakan jumlah pengunjung festival yang tidak sebanding dengan kapasitas tempat sampah yang tersedia dituding menjadi pemicu utama melubernya sampah ke area lapangan terbuka, mengaburkan pemandangan estetika ruang publik tersebut.
Padahal, Krakatau Run 2026 sejatinya mengusung konsep ramah lingkungan melalui kampanye Zero Waste Festival. Sepanjang pagi hari, kemeriahan acara diisi oleh berbagai sub-kegiatan yang sangat padat. Mulai dari pelepasan (flag-off) para pelari di garis start, panggung hiburan musik yang menampilkan musisi lokal dan ibu kota, senam zumba bersama, pembagian puluhan hadiah doorprize menarik, hingga zona stan edukasi lingkungan dari komunitas lokal.
Tidak hanya itu, acara ini juga diintegrasikan dengan Krakatau Kuliner Festival yang menghadirkan puluhan pelaku UMKM makanan dan kerajinan khas Lampung.
Kemeriahan lomba lari ini juga terlihat dari beragamnya nomor kompetisi yang dipertandingkan untuk mengakomodasi seluruh lapisan masyarakat.
Panitia membuka kategori lari kompetitif jarak jauh seperti 21K (Half Marathon) dan 10K yang diikuti oleh pelari profesional serta komunitas lari dari berbagai provinsi di Indonesia. Selain itu, terdapat kategori 5K Fun Run yang ramah bagi keluarga dan pemula, serta kategori Kids Dash yang dikhususkan untuk anak-anak guna menanamkan kecintaan pada olahraga sejak dini.
Dian Pratama (28), salah satu peserta lari yang turun di kategori 10K asal Bandar Lampung, menyayangkan pemandangan sampah pasca-acara tersebut. Menurutnya, jalur rute lari yang dilewati para peserta di jalan-jalan protokol sebenarnya sudah dikelola dengan sangat baik, bersih, dan steril oleh petugas. Namun, penumpukan justru tak terhindarkan di pusat keramaian utama setelah seluruh pelari menyelesaikan garis finish.
“Acaranya dari segi teknis lari sangat seru. Rute jalurnya steril dan bersih dari sampah selama kami berlari karena petugas di water station cukup sigap. Tapi begitu semua pelari selesai dan masuk ke area panggung utama serta festival kuliner, sayang sekali sampahnya menumpuk di mana-mana. Tempat sampah yang disediakan panitia di sekitar lapangan sudah penuh, jadi orang-orang terpaksa meletakkan sampah begitu saja di pinggir panggung dan dekat tenda medis,” ujar Dian saat ditemui di lokasi, Sabtu (29/8).
Ia berharap pihak penyelenggara bisa mengevaluasi hal ini dan lebih cekatan dalam mengosongkan kantong sampah yang mulai penuh. Kesiapan kebersihan ini dinilai krusial, terlebih Lapangan Saburai akan langsung digunakan kembali untuk menggelar acara puncak malam pembukaan pembukaan Festival Krakatau XXXV pada Sabtu malam ini.
Merespons kondisi penumpukan sampah di area panggung dan kuliner, pihak panitia penyelenggara bergerak cepat dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung.
Sejak Sabtu siang, puluhan petugas kebersihan berseragam oranye dikerahkan secara masif untuk menyisir, menyapu, dan membersihkan seluruh area lapangan.
Sesuai dengan komitmen awal Zero Waste Festival, petugas di lapangan tidak hanya mengangkut sampah, melainkan langsung melakukan pemilahan.
Sampah anorganik bernilai ekonomis seperti botol dan gelas plastik dikumpulkan terpisah untuk langsung disalurkan ke Bank Sampah mitra binaan. Langkah taktis ini diharapkan dapat mempercepat sterilisasi lokasi Lapangan Saburai, sehingga tempat tersebut kembali bersih, rapi, dan siap menyambut kemeriahan agenda festival budaya nasional nanti malam. (Red)





































You must be logged in to post a comment Login