INFOSOSIAL.COM— Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menerima gelar adat kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa” dari lima kerajaan adat Lampung dalam prosesi adat yang berlangsung di kawasan Kedatun Keagungan, Bandar Lampung, Sabtu (27/6).
Penganugerahan tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian safari tiga hari Jokowi di Provinsi Lampung.
Jokowi tiba di lokasi dengan mengenakan pakaian adat Lampung lengkap dan disambut melalui tradisi Nemui Nyimah, sebuah simbol penghormatan kepada tamu agung dalam budaya Lampung.
Prosesi kemudian dilanjutkan dengan sejumlah ritual adat, mulai dari Nuwang atau musyawarah keluarga adat, Nguruk di Way sebagai prosesi pengambilan air suci, hingga Cakak Pepadun, yakni ritual menaiki singgasana adat sebagai bagian dari penyematan gelar kehormatan.
Gelar Baginda Pemuka Bangsa diberikan sebagai bentuk penghormatan dari lima kerajaan adat Lampung atas kontribusi dan pengabdian Jokowi selama memimpin Indonesia selama dua periode, yakni 2014–2024. Para pemangku adat menilai kepemimpinan Jokowi meninggalkan jejak pembangunan nasional yang dirasakan hingga ke daerah-daerah, termasuk Provinsi Lampung.
Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghormatan yang diberikan kepadanya. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga warisan budaya Nusantara di tengah derasnya arus modernisasi.
“Semoga kebudayaan ini terus-diteruskan oleh anak cucu kita sehingga budaya Nusantara, budaya Lampung, dan budaya-budaya lainnya tetap lestari di tengah zaman yang semakin modern,” kata Jokowi dalam sambutannya.
Penganugerahan gelar tersebut berlangsung di tengah agenda safari Jokowi di Lampung yang juga diisi dengan pertemuan bersama relawan, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan sejumlah kegiatan sosial-politik di beberapa daerah di provinsi tersebut. Lampung menjadi daerah pertama yang dikunjungi Jokowi dalam rangkaian safari nasional pasca berakhirnya masa jabatannya sebagai presiden pada 2024.
Namun, sebagaimana lazim terjadi dalam dinamika politik nasional, pemberian gelar tersebut juga memunculkan beragam respons di ruang publik.
Sebagian pihak memandangnya sebagai bentuk penghormatan budaya terhadap seorang mantan kepala negara, sementara sebagian lainnya melihat momentum tersebut tidak dapat dipisahkan dari aktivitas politik Jokowi yang belakangan aktif melakukan safari ke berbagai daerah.
Terlepas dari berbagai tafsir politik yang menyertainya, prosesi di Bandar Lampung itu menambah daftar panjang gelar adat yang pernah diterima Jokowi dari berbagai daerah di Indonesia selama dan setelah masa kepresidenannya.
Sebelumnya, Jokowi juga menerima sejumlah gelar kehormatan adat dari komunitas adat di Maluku, Kalimantan, Sulawesi, Papua, hingga Maluku Utara. (Red).













































You must be logged in to post a comment Login