Connect with us

Hi, what are you looking for?

Info SosialInfo Sosial

Berita Utama

Alarm Keras! Dinas BMBK Lampung Diduga ‘Kondisikan’ Proyek Rp1 Triliun, Lelang Disinyalir Hanya Formalitas

Alarm Keras! Dinas BMBK Lampung Diduga ‘Kondisikan’ Proyek Rp1 Triliun, Lelang Disinyalir Hanya Formalitas (Foto Repro Infososial.com)

INFOSOSIAL.COM— Pengelolaan dana pinjaman daerah senilai Rp1 triliun dari Bank BJB untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi Lampung kini menjadi sorotan tajam. Dugaan adanya praktik persekongkolan dalam proses lelang di Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Lampung mulai mencuat ke publik.Bandar Lampung, 16 April 2026.

Isu yang berkembang mengarah pada dugaan praktik “tender kurung”, yakni proses lelang yang diduga hanya bersifat formalitas administratif guna memenangkan pihak tertentu yang telah ditentukan sejak awal.

Ketua Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan, mengungkapkan adanya kejanggalan berdasarkan data dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). Dari total anggaran tersebut, terdapat 18 paket proyek yang tersebar di berbagai wilayah di Provinsi Lampung.

Namun, hasil negosiasi dari keseluruhan paket proyek itu hanya menyisakan efisiensi anggaran sekitar Rp40 miliar, atau sekitar 4 persen dari total pagu.

“Angka ini sangat tidak wajar dalam mekanisme pengadaan yang kompetitif. Ini menjadi sinyal kuat adanya dugaan persekongkolan. Lelang terkesan hanya formalitas untuk melegalkan pemenangan rekanan yang sudah ‘dikunci’ sejak awal,” ujar Ichwan.

Sorotan juga diarahkan kepada efektivitas pengawasan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Lampung. Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, pengawasan disebut hanya mampu menjangkau sekitar 20 persen dari total proyek yang berjalan.

JPSI pun mengkhawatirkan bahwa sekitar 80 persen proyek pada tahun 2026 berpotensi menjadi “zona gelap” yang luput dari pemeriksaan, sehingga membuka celah terjadinya kerugian negara yang tidak terdeteksi sejak dini.

Lebih lanjut, JPSI menduga potensi kerugian negara terjadi secara terstruktur, mulai dari praktik markup anggaran hingga dugaan manipulasi teknis dalam pelaksanaan pekerjaan.

Ichwan menegaskan bahwa dana Rp1 triliun tersebut merupakan pinjaman daerah yang nantinya akan dibebankan kepada masyarakat melalui APBD.

“Ini uang rakyat. Jika kompetisi harga ditiadakan demi memenangkan ‘titipan’ elit, maka rakyat yang akan menanggung dampaknya,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas BMBK Lampung, M. Taufiqullah, hingga pihak BPK RI Perwakilan Lampung belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan redaksi melalui pesan pribadi belum mendapatkan respons.

Redaksi menegaskan tetap membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada seluruh pihak terkait guna memberikan klarifikasi atas pemberitaan ini.

(Red)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

You May Also Like

Info Daerah

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Berita Utama

INFO SOSIAL, LAMPUNG TENGAH —Penyelenggaran penerimaan peserta didik baru atau PPDB yang dinilai rawan penyelewengan terus disorot. Selain soal kecurangan data kependudukan untuk diterima...

Info Daerah

Selain mobil low cost green car, masyarakat Indonesia kini disajikan beragam model mobil perkotaan. Dari sisi harga, city car umumnya dibanderol lebih mahal daripada...

Berita Utama

INFO SOSIAL, LAMPUNG SELATAN — Desa Baru ranji Kecamatan merbau mataram kabupaten lampung selatan penduduknya sekitar kurang lebih 500 Orang termasuk salah satu Desa...