BANDAR LAMPUNG, INFOSOSIAL.COM — Sejumlah orang tua siswa SMP negeri di Bandar Lampung mengeluhkan besarnya iuran kegiatan perpisahan sekolah yang dinilai memberatkan, terutama bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. Keluhan itu muncul karena kegiatan perpisahan disebut lebih banyak diarahkan untuk dilaksanakan di lokasi komersial seperti tempat wisata atau gedung acara di luar sekolah.
Meski dalam penyampaiannya kepada wali murid, pihak sekolah disebut tidak mewajibkan siswa mengikuti acara perpisahan, namun sebagian orang tua menilai terdapat kesan penggiringan agar seluruh siswa tetap ikut dalam kegiatan tersebut. Bahkan, menurut sejumlah pengakuan wali murid, siswa yang tidak mengikuti acara karena alasan ekonomi tetap diminta membayar iuran perpisahan.
“Kalau memang tidak wajib, seharusnya siswa yang tidak ikut tidak dibebankan biaya. Ini justru membuat orang tua merasa terpaksa. Tidak dipaksa ikut, tetapi tetap wajib bayar,” ujar salah seorang wali murid yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Sejumlah pihak menduga adanya kerja sama antara oknum sekolah dengan pengelola lokasi acara perpisahan. Dugaan tersebut muncul karena biaya yang ditarik dari siswa disebut disesuaikan dengan kuota peserta yang telah dipesan kepada pihak tempat acara.
Ketua Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (JPSI), Ichwan, mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung untuk turun tangan dan menindak tegas sekolah-sekolah yang dinilai membebani wali murid melalui kegiatan perpisahan.
“Dinas jangan diam saja karena bisa menimbulkan asumsi negatif di masyarakat. Jika tidak ada tindakan tegas, publik bisa menduga adanya pembiaran atau bahkan praktik setoran dari kerja sama kegiatan perpisahan dengan pihak penyedia tempat acara,” kata Ichwan kepada wartawan, Jumat (22/5/2026).
Ia meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap seluruh kegiatan perpisahan sekolah, terutama yang dilaksanakan di luar lingkungan sekolah dengan biaya tinggi. Menurutnya, acara perpisahan seharusnya tidak menjadi beban ekonomi bagi orang tua siswa.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung maupun pihak sekolah terkait dugaan tersebut.

You must be logged in to post a comment Login