Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita Utama

Razia SPBU 24.352.39 Sukaraja Bandar Lampung Bongkar Dugaan Solar Subsidi ‘Dikondisikan’

Razia SPBU 24.352.39 Sukaraja Bandar Lampung Bongkar Dugaan Solar Subsidi ‘Dikondisikan’ (foto Ilustrasi)

INFOSOSIAL.COM – Operasi penertiban yang dilakukan polisi di SPBU 24.352.39, kawasan Sukaraja, Kota Bandar Lampung, membuka dugaan serius terkait praktik pelangsiran atau pengecoran solar bersubsidi. Seorang pemilik mobil berinisial F mengaku aktivitas tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak internal SPBU, termasuk pengawas dan manajer berinisial RH.

Pengakuan itu mencuat setelah polisi mengamankan seorang sopir berinisial IW yang diduga sedang melakukan pengecoran solar subsidi di SPBU tersebut. Namun, klaim adanya “pengkondisian” atau koordinasi dengan pihak SPBU dibantah oleh pengawas maupun manajer yang dikonfirmasi media.

Perbedaan keterangan ini memunculkan pertanyaan yang perlu dijawab secara transparan seperti, bagaimana kendaraan yang diduga melangsir solar subsidi dapat beroperasi di area SPBU, dan apakah ada pihak lain yang mengetahui aktivitas tersebut?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, polisi mengamankan IW saat berada di SPBU 24.352.39. Dalam penggeledahan mobil yang digunakannya, petugas juga mengamankan 1 mobil kijang

IW bersama kendaraan dan barang bukti lainnya kemudian dibawa ke Polresta Bandar Lampung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Status hukum serta hasil pemeriksaan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi dan temuan tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada kepolisian.

F, pemilik mobil yang digunakan IW, mengungkapkan kendaraan tersebut baru sekitar tiga hari digunakan untuk melangsir solar.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan pengawas SPBU dan manajer berinisial RH setiap kali kegiatan pengecoran selesai. F juga menyebut adanya pemberian uang sebesar Rp10.000 kepada oknum anggota Satpol PP.

“Mobil saya baru tiga hari ngecor dibawa IW. Saya sudah koordinasi dengan pengawas dan Pak RH. Setiap selesai ngecor sudah ngasih ke oknum Satpol PP Rp10.000,” ujar F, Kamis (22/10/2026).

Pernyataan tersebut merupakan pengakuan F yang masih memerlukan verifikasi independen. Belum ada bukti yang disampaikan dalam keterangan ini untuk memastikan apakah koordinasi dan pemberian uang sebagaimana diklaim benar-benar terjadi.

Jika terbukti, informasi tersebut perlu ditelusuri lebih jauh untuk mengetahui siapa saja yang mengetahui, memfasilitasi, atau terlibat dalam aktivitas pelangsiran tersebut.

Saat dikonfirmasi media, Verdi, pengawas yang bertugas saat kejadian, membenarkan adanya dua kendaraan yang terkena razia, yakni sebuah mobil Kijang dan kendaraan yang digunakan IW.

Ia juga menjelaskan bahwa petugas kepolisian menemukan benda yang diduga bong ketika melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang diamankan.

Namun, Verdi membantah adanya koordinasi antara sopir pelangsir dan pengawas SPBU sebagaimana disampaikan F.

“Mobil yang kena razia dua unit, mobil Kijang dan mobil yang ditangkap. Jadi, ketika akan diamankan, digeledah petugas polisi, ada bong diduga alat isap sabu. Mana sopir yang bilang sudah koordinasi dengan pengawas? Mana sopirnya? Sembarangan saja,” ujar Verdi.

Bantahan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan keterangan yang perlu diuji melalui pemeriksaan, termasuk dengan meminta keterangan langsung dari IW dan memeriksa kemungkinan adanya bukti komunikasi maupun transaksi.

Media kemudian menemui RH, manajer SPBU 24.352.39 Sukaraja, untuk meminta klarifikasi terkait pengakuan pemilik kendaraan mengenai dugaan koordinasi dengan pihak SPBU.

RH secara tegas mempertanyakan identitas sopir serta asal kendaraan yang disebut-sebut melakukan pelangsiran.

“Mana sopir yang bilang sudah koordinasi? Ada tanda pengenal tidak? Dari perusahaan mana, atau gudang mana, atau pangkalan mana? Seharusnya bapak kasih tahu dari gudang mana sopir-sopir itu agar kami bisa langsung ke gudangnya. Logikanya, enggak mungkin mobil-mobil itu ditangkap di sini kalau sudah koordinasi,” ujar RH.

Pernyataan RH sekaligus menjadi bantahan terhadap klaim F. Karena kedua pihak menyampaikan keterangan yang bertolak belakang, diperlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan fakta yang sebenarnya.

Sementara itu, seorang anggota Satpol PP berinisial M yang dikonfirmasi mengenai pengakuan F terkait pemberian uang Rp10.000 juga membantah tuduhan tersebut.

“Kami tidak menerima uang. Kami bekerja sesuai SOP,” ujar M.

Dengan adanya bantahan tersebut, klaim mengenai pemberian uang kepada oknum Satpol PP belum dapat dinyatakan terbukti. Identitas pihak yang dimaksud, waktu pemberian, serta bukti pendukungnya perlu ditelusuri agar persoalan ini tidak berhenti pada saling bantah.

### Polisi Perlu Mengurai Dugaan Pelangsiran

Kasus ini tidak cukup hanya dilihat dari penangkapan seorang sopir. Jika benar terdapat aktivitas pelangsiran solar bersubsidi yang berlangsung berulang, penelusuran perlu diarahkan pada mekanisme pembelian BBM, kendaraan yang digunakan, frekuensi pengisian, serta pihak-pihak yang mengetahui aktivitas tersebut.

Solar subsidi merupakan BBM yang penyalurannya diatur dan diperuntukkan bagi konsumen yang memenuhi ketentuan. Karena itu, dugaan penyalahgunaan harus ditangani berdasarkan bukti dan ketentuan hukum yang berlaku.

Polisi juga perlu mengklarifikasi hasil pemeriksaan terhadap IW, asal-usul solar yang diduga dilangsir, serta apakah terdapat indikasi keterlibatan pihak lain.

Inti persoalannya bukan sekadar siapa yang ditangkap, melainkan apakah ada praktik pelangsiran yang terorganisasi dan siapa yang bertanggung jawab jika pelanggaran benar-benar terbukti.

Hingga berita ini disusun, pengakuan F mengenai dugaan koordinasi dengan pengawas dan manajer SPBU serta pemberian uang kepada oknum Satpol PP masih berhadapan dengan bantahan pihak-pihak yang disebut. Kesimpulan mengenai keterlibatan siapa pun harus menunggu hasil verifikasi dan pemeriksaan aparat penegak hukum.

Penulis: Zul (Wartawan Media Infososial)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Info Daerah

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Video

Terjadi Kebakaran Hebat di Pasar Krui Tanggamus Views: 2,493

Berita Utama

Ketua Umum Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia), Ahmad Ridha Sabana, mengaku sebagai adik dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra),...

Berita Utama

INFO SOSIAL, LAMPUNG TENGAH —Penyelenggaran penerimaan peserta didik baru atau PPDB yang dinilai rawan penyelewengan terus disorot. Selain soal kecurangan data kependudukan untuk diterima...

Exit mobile version