Connect with us

Hi, what are you looking for?

Berita Utama

Detik.com Berikan Penghargaan Inovasi Pendidikan pada Pemprov Lampung, Prestasi atau Sekadar Seremoni?

Anugerah di Tengah Sorotan Kualitas Pendidikan, Publik Layak Bertanya: Inovasi Mana yang Paling Berdampak?

INFOSOSIAL.COM — Pemerintah Provinsi Lampung kembali membawa pulang penghargaan. Kali ini, detik.com, bagian dari Trans Media Group, menganugerahkan Anugerah Program Inovasi Pembangunan Terpuji 2026 untuk kategori Inovasi Pendidikan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia kepada Pemprov Lampung. (29/8/26).

Penghargaan tersebut diberikan dalam malam penganugerahan detik.com regional Sumatera di Trans Hotel, Cibubur, Jumat (28/8/2026) lalu.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menerima langsung penghargaan itu dari Pemimpin Redaksi detik.com Ardhi Suryadhi.

Sejumlah pejabat Pemprov Lampung turut hadir, antara lain Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Lampung Ganjar Jationo serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Thomas Amirico.

Di atas panggung, penghargaan tentu terlihat membanggakan. Tetapi di luar panggung, pertanyaan publik justru tidak kalah penting.

Inovasi pendidikan yang dimaksud sebenarnya apa? Seberapa besar dampaknya? Dan yang paling penting, apakah penghargaan tersebut benar-benar berbanding lurus dengan kondisi pendidikan di Lampung?

Sebab, penghargaan boleh saja dipajang di ruang kerja gubernur. Namun kualitas pendidikan tidak bisa diukur dari banyaknya piala di etalase pemerintahan.

Penghargaan detik.com tersebut disebut sebagai apresiasi atas inovasi Pemprov Lampung dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Namun, penghargaan semestinya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan dengan panggung, tepuk tangan, foto bersama, lalu kembali ke rutinitas birokrasi.

Justru setelah penghargaan diterima, publik berhak menagih ukurannya.

Apa inovasinya? Berapa anak yang merasakan manfaatnya? Apa indikator keberhasilannya? Berapa sekolah yang berubah? Bagaimana peningkatan kualitas pembelajaran? Dan apakah inovasi tersebut mampu menjawab kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah?

Pertanyaan-pertanyaan itu penting karena pembangunan sumber daya manusia bukan sekadar perkara membuat program dengan nama yang terdengar modern.

Inovasi pendidikan pada akhirnya harus terlihat di ruang kelas, dirasakan guru, dialami peserta didik, dan memberikan perubahan nyata bagi masyarakat.

Pemprov Lampung memang patut mengapresiasi penghargaan tersebut sebagai bentuk pengakuan eksternal.

Tetapi penghargaan juga seharusnya menjadi awal pembuktian, bukan akhir laporan keberhasilan.

Sebab ada ironi jika sebuah program dinobatkan inovatif, tetapi manfaatnya tidak terasa merata di lapangan.

Masyarakat tentu tidak membutuhkan inovasi yang hanya bagus dalam presentasi. Mereka membutuhkan sekolah yang berkualitas, guru yang kompeten, fasilitas pendidikan yang layak, akses pendidikan yang merata, serta lulusan yang benar-benar memiliki kemampuan menghadapi dunia kerja dan perubahan zaman.

Dengan kata lain, piala boleh mengkilap, tetapi ukuran keberhasilan tetaplah dampaknya.

Publik Layak Menagih Transparansi

Karena itu, Pemprov Lampung idealnya membuka secara terang program atau inovasi yang menjadi dasar penghargaan tersebut.

Bukan sekadar nama program dan dokumentasi seremoni, tetapi juga target, anggaran, jumlah penerima manfaat, capaian, indikator keberhasilan, serta evaluasinya.

Jika memang inovasinya luar biasa, tentu tidak ada alasan untuk menutup data.

Bahkan, publik akan semakin percaya jika penghargaan tersebut dapat dibuktikan dengan sederet capaian terukur.

Sebaliknya, jika penghargaan hanya berhenti pada seremoni, publik berhak bersikap skeptis.

Sebab dalam urusan pendidikan, yang dibutuhkan bukan sekadar pengakuan bahwa pemerintah sudah berinovasi, melainkan bukti bahwa inovasi itu benar-benar mengubah kehidupan peserta didik.

Penghargaan dari detik.com akhirnya menjadi kabar baik bagi Pemprov Lampung.

Tetapi setelah tepuk tangan reda dan kamera dimatikan, pekerjaan sesungguhnya baru dimulai untuk membuktikan bahwa penghargaan itu bukan sekadar piala, melainkan cermin dari kualitas pendidikan Lampung yang benar-benar bergerak maju. (*)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Batalkan balasan

You May Also Like

Info Daerah

Daihatsu Terios pertama kali terjun ke pasar Tanah Air 2006 silam. Setelah berumur 10 tahun lebih, PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sadar kalau persaingan...

Berita Utama

Ketua Umum Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia), Ahmad Ridha Sabana, mengaku sebagai adik dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra),...

Berita Utama

INFO SOSIAL, LAMPUNG TENGAH —Penyelenggaran penerimaan peserta didik baru atau PPDB yang dinilai rawan penyelewengan terus disorot. Selain soal kecurangan data kependudukan untuk diterima...

Video

Terjadi Kebakaran Hebat di Pasar Krui Tanggamus Post Views: 2,158

Exit mobile version