INFO SOSIAL, PESAWARAN, LAMPUNG – Malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-80 Republik Indonesia berlangsung meriah di Lapangan Serbaguna RT 04, Dusun Gedong Dalom, Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (30/08/2025).
Acara yang mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Indonesia Maju” ini dihadiri sekitar 300 undangan dari berbagai kalangan masyarakat. Malam peringatan kemerdekaan tersebut juga menampilkan semangat gotong royong sesuai dengan subtema “Kebersamaan dalam Berkarya”.
Dalam kesempatan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat hadir dan memberikan sambutan, di antaranya:
1. Baherom – Ketua Panitia
2. Haeridin – Wakil Ketua
3. Agus Saputra – Bendahara
4. Ricko Tiando – Sekretaris
5. Ariyanto – Koordinator Konsep Acara
Selain itu, Kepala Dusun Davit Aberaham dan Kepala Desa Kurungan Nyawa, Yuwansah, turut hadir memberi apresiasi atas kerja keras panitia dan partisipasi warga.
Acara malam puncak diisi dengan hiburan rakyat, penyerahan 131 hadiah berupa peralatan sekolah, buku, pensil, tempat minum, tas, hingga kebutuhan dapur. Panitia juga menyiapkan 55 doorprize untuk menambah kemeriahan acara.
Masyarakat tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir, yang ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan bangsa Indonesia yang telah menginjak usia 80 tahun.
Terselenggaranya kegiatan ini tidak lepas dari dukungan sponsor utama, antara lain:
PT. Marimas Putra Kencana,Haiklo, Hajiko, Rantauiad
Ketua Panitia, Baherom, menyampaikan rasa syukur atas lancarnya acara.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, baik sponsor, pemerintah desa, maupun warga. Malam ini bukan hanya perayaan kemerdekaan, tetapi juga momentum untuk mempererat kebersamaan dalam berkarya membangun desa,” ujarnya.
Peringatan HUT RI ke-80 ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menjaga persatuan, meningkatkan semangat nasionalisme, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa sesuai semangat “Bersatu Berdaulat, Rakyat Indonesia Maju.”(*)